Festival Imlek Indonesia
Pesona Sumatera Selatan

Dewa Rezeki Bagi-bagi Angpao pada Malam Festival Imlek Indonesia di PSCC

Dewa Rezeki Bagi-bagi Angpao pada Malam Festival Imlek Indonesia di PSCC

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Ada “Dewa Rezeki” bagi-bagi angpao pada malam Festival Imlek Indonesia yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Palembang 11-12 Februari mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Perusahaan Tribun Sumsel MF Ririen Kusuma Wardhani pada rapat persiapan FII di Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (7/2/2017).

“Ada Dewa Rezeki yang bakal bagi-bagi angpao pada malam hari (11/2). Gak tahu berapa isi angpaonya,” kata Ririen di hadapan Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan Ahmad Najib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga, inisiator Salsabila Community Lury Elza Alex, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti dan jajaran Kompas Gramedia Sumsel serta panitia yang sudah dibentuk.

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas blogger, Instagram dengan harapan menjadi tranding topik di dunia maya sehingga Palembang terkenal dan Sumsel lebih dikenal menyambut Asian Games.

“Kita menonjolkan kebhinekaan, acara dikemas sangat nasional. Konsep lebih berubah dari 2015 yang menonjolkan bazar, tahun ini lebih menonjolkan budaya,” tambah Ririen.

Ririen melanjutkan target pengunjung pada FII adalah 25 ribu pengunjung dengan usia 5-55 tahun baik laki-laki maupun perempuan.

Ririen menjelaskan aktivitas dimulai dengan parade budaya di Kambang Iwak, di depan rumah dinas walikota persiapan mulai pukul 7 pagi.

Peserta Parade Budaya sangat lengkap, mulai dari paskibraka reog Ponorogo, koko cici dan bujang gadis palembang, dan lain sebagainya.

“Unsurnya sangat lengkap mencapai 800 peserta pawai semua diharapkan menggunakan baju dari daerah masing masing untuk paguyuban daerah,” terangnya.

Selain jalan, sambung Ririen ada beberapa yang menggunakan pickup diperuntukkan untuk peserta dengan kostum yang cukup berat seperti wayang orang.

“Di depan PSCC ada panggung di depan yang masing masing peserta pawai untuk menampilkan apa yang mereka atraksikan, para komunitas fotografi dapat mengambil foto sehingga jadi viral sehingga menjadi tranding di dunia internasional,” ucapnya. (wet)

Leave a Reply