Festival Imlek Indonesia
Pesona Sumatera Selatan

Asal Muasal Legenda Ang Pao

Asal Muasal Legenda Ang Pao
TRIBUNSUMSEL.COM - Hari raya tahun baru Imlek, identik juga dengan angpao. Dalam keluarga Tionghoa, pemberian angpao biasanya dilakukan oleh orang yang sudah menikah, diberikan kepada anak-anak dan orang yang sudah tua. Pemberian angpao ini juga disebut dengan 壓歲錢 (yā suì qián), dan sudah menjadi kebiasaan sejak zaman dahulu. Berawal dari zaman dinasti Ming (明朝 míng cháo) bentuk ang pao adalah koin uang yang bagian tengahnya berlubang dan diikat dengan benang merah. Makna dari ang pao sendiri juga berarti pemberian hadiah untuk acara sukacita misalnya pada saat pernikahan, pemberian bonus dan lain-lain. Ang pao dalam bahasa Tionghoa disebut 紅包 hóng bāo yang artinya amplop merah yang juga merupakan dialek hok kian (福建 fú jiàn). Asal Muasal Legenda Ang Pao Menurut cerita legenda yang turun temurun, dahulu ada hantu kecil bernama 祟 (suì) pada malam tahun baru Imlek keluar. Hantu 祟 (suì) memegang kepala anak kecil yang sedang tidur dan anak kecil tersebut terbangun karena terkejut dan menangis. Setelah itu anak kecil mengalami sakit kepala dan demam tinggi yang mengakibatkan anak tersebut berubah menjadi anak yang bodoh. Sejak saat itu setiap keluarga pada malam tahun baru Imlek ini jaga malam tidak tidur untuk supaya tidak muncul hantu 祟 (suì) yang disebut 守祟 (shǒu suì). Ada satu keluarga yang sudah lama menikah dan baru punya anak, sehingga begitu menyayangi putranya saat lahir. Pada saat malam tahun baru Imlek, mereka takut anak mereka diganggu oleh hantu 祟 (suì) ini, sehingga mereka bersama anaknya bermain dengan delapan koin uang tembaga. Setelah lelah bermain, anak pun tertidur pulas, dan orang tuanya menggunakan kertas merah membungkus koin uang tembaga tersebut dan lalu menempatkan di bawah bantal anak mereka yang sedang tidur. Saat anak tertidur pulas, kedua orang tua khawatir dan tidak berani tidur, pada tengah malam bertiup angin dingin (陰風 yīn fēng) sampai pintu kamar pun terbuka dan lampu minyak pun mati. Hantu 祟 (suì) mulai melakukan tindakan untuk memegang kepala anak kecil itu, tiba-tiba hantu 祟 (suì) terkejut melihat kilatan sinar yang muncul dari koin uang tembaga tersebut dan langsung lari. Pada keesokkan harinya, kedua orang tua ini memberitahukan ke teman-temannya untuk melakukan hal yang sama mengantisipasi gangguan dari hantu 祟 (suì), sehingga anak kecil dapat tidur dengan tenang tanpa gangguan. Cerita ini menjadi menyebar kemana-mana sehingga menjadi suatu kebiasaan setiap orang tua memberikan ang pao kepada anaknya pada saat itu. Budaya pemberian ang pao ini akhirnya turun temurun dan menjadi suatu budaya setiap malam sehari sebelum tahun baru Imlek. zaman sekarang makna pemberiang ang pao sudah berubah seiring dengan perkembangan zaman, para orang tua memberikan ang pao kepada anak-anak mereka yang belum menikah, dengan tujuan di tahun yang akan datang mendapat berkah dan kesehatan serta jodoh. (henky honggo)

One Response to Asal Muasal Legenda Ang Pao

Leave a Reply